Author Archives: Sokrates Bintana

Loading
loading..

Styrofoam Berbahaya, Pakai Kotak Kemasan

Tahukah Anda, penggunaaan Styrofoam berbahaya? Apalagi, selama ini Styrofoam sering digunakan untuk mengemas makanan dan minuman. Selain bahaya untuk kesehatan, juga berbahaya dan merusak lingkungan. Masalahnya, pedagang tetap mengunakan styrofoam karena lebih murah dibandingkan kotak kemasan dari bahan kertas.

Di Bandung, mulai 1 November 2016 walikota Bandung Ridwan Kamil melarang penggunaan Styrofoam. Larangan itu berdasarkan alasan kesehatan dan lingkungan.“Styrofoam membahayakan secara lingkungan.Kota-kota dunia sudah melarang, Indonesia terlambat sebenarnya,” kata Ridwan Kamil.

Apa saja bahaya styrofoam bagi kesehatan dan lingkungan? Pakar persampahan dari Institut Teknolog Bandung (ITB) Enri Damanhuri mengatakan styrofoam adalah plastik yang paling bermasalah di antara jenis plastik lainnya karena membahayakan kesehatan dan lingkungan.

Mengandung benzena

Styrofoam merupakan plastik yang salah satu komponennya adalah benzena.Zat yang dihasilkan dari bahan bakar minyak itu merupakan satu dari 4 serangkai penyebab kanker pada manusia, yakni benzena, toluena, etilbenzena, dan xilena.Keempat serangkai itu bahkan sudah masuk dalam daftar 100 toksikologi. “BTEX itu adalah top ranking atas yang ditakuti karena sudah terbukti menyebabkan kanker pada manusia,” kata Enri.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah sejak lama melarang penggunaan styrofoam di dunia. Sementara Jepang melarang karena benzena mengganggu kelenjar endokrin yang berperan pada proses reproduksi manusia. Karena itu, Enri menyambut baik larangan styrofoam.

Namun, menurutnya, pelarangan Styrofoam sebaiknya hanya untuk kemasan makanan dan minuman saja karena melalui fungsi itulah benzena yang terkandung dalam sytrofoam bisa keluar mencemari makanan dan minuman. Apalagi jika styrofoam digunakan untuk wadah makanan dan minuman yang mengandung lemak, asam, dan alkohol serta dimasukkan dalam keadaan panas.

“Saya bisa membayangkan kalau styrofoam digunakan untuk makanan atau minuman panas, misalnya kopi, apalagi kopinya ditambah susu, di situ ada panas, lemak, dan asam, wah senang sekali dia, langsung si benzenanya keluar bermigrasi ke minuman itu,” kata Enri.

Bersifat mikroplastik

Mikroplastik menjadi masalah utama dalam isu sampah plastik saat ini. Enri mengatakan sampah plastik, terutama styrofoam, yang dibuang ke perairan, lama kelamaan akan terpecah-pecah menjadi pecahan kecil plastik tak kasat mata yang disebut mikroplastik. Mikroplastik itu kemudian dimakan oleh ikan.

“Ikan itu lalu dimakan oleh kita.Itu artinya benzenanya juga masuk ke dalam tubuh kita.Kembali lagi ke masalah kesehatan manusia,” kata Enri.

Bahaya bagi lingkungan

Sampah styrofoam merupakan sampah yang sulit terurai seperti halnya sampah plastik lainnya. Namun jika jenis plastik lain dicari oleh pemulung karena bisa didaur ulang, styrofoam tidak.

Sebab itulah, sampah styrofoam terus menggunung dan mengganggu lingkungan. Jika dibuang ke sungai atau saluran air, styrofoam bisa menyumbat saluran air dan mengakibatkan banjir.

Berdasarkan penelitian Enri dan rekannya di Jurusan Teknik Lingkungan ITB pada 2011, jumlah sampah styrofoam di Kota Bandung mencapai 27 ton setiap bulannya.

Penyumbang terbesar sampah styrofoam adalah non-rumah tangga sebanyak 11,9 ton per bulan. Sementara, rumah tangga menyumbang sebanyak 9,8 ton per bulan. Persentase sampah styrofoam mencapai 1,14% dari 12% sampah plastik yang terkumpul setiap bulannya.

“Tapi itu kan dihitung berdasarkan satuan berat, sedangkan styrofoam ringan. Memang hanya 1,14 persen, tapi secara volume jumlahnya sangat banyak,” kata Enri.

Masih gunakan CFC

Selain mengganggu lingkungan, styrofoam ternyata ikut berkontribusi pada timbulnya efek rumah kaca. Menurut Enri, proses pembuatan produk plastik itu hingga kini masih menggunakan chloro fluoro carbon (CFC) yang menjadi penyebab efek rumah kaca.

“Pembuatan styrofoam itu biasanya menggunakan CFC untuk mengelembungkannya.Sampai sekarang teknologi pembuatan styrofoam masih menggunakan itu,” ujar Enri.

Belum ada payung hukum

Larangan penggunaan styrofoam turut disambut baik Wahana Lingkungan Indonesia (Walhi) Jawa Barat. Deputy Walhi Jabar, Dwi Retnastuti, mengatakan pihaknya mengapresiasi kebijakan tersebut karena styrofoam menyebabkan masalah kesehatan dan lingkungan.

Namun pihaknya menyesalkan belum adanya payung hukum atas aturan itu.Dwi khawatir aturan itu tidak akan dipatuhi warga karena tidak memiliki kekuatan hukum.

“Ini sepertinya harus diiringi dengan payung hukum yang ada dan harus berjalan beriringan, antara bagaimana menyosialisasikan persoalan styrofoam ini kepada pedagang dengan bagaimana Pemkot Bandung menyiapkan payung hukum untuk itu semua, agar tidak ada lagi yang berani melanggar,” kata Dwi.

Ridwan mengakui pihaknya belum membuat payung hukum tentang larangan styrofoam. Namun dalam mengeluarkan kebijakan itu, ia mengacu pada Undang-Undang No. 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup serta Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Ketertiban, Kebersihan, dan Keindahan.

Menurutnya, tidak ada lagi alasan bagi siapapun untuk tidak mematuhinya.

“Sekarang, mah, mau tegas tidak tegas, Pemkot meminta warga mengikuti karena tujuannya baik. Kalau dikit-dikit minta hukumannya tegas, susah. Memang enggak ada khusus Perda styrofoam, maka kita mencantol ke undang-undang yang lain,” kata Ridwan.

Menjelang diberlakukannya aturan tersebut, Pemerintah Kota Bandung terus melakukan sosialisasi kepada warga, terutama para pedagang yang menggunakan styrofoam. Selain sosialisasi tentang aturannya, akan dilakukan pula sosialisasi mengenai kemasan yang ramah lingkungan dan aman bagi kesehatan.

“Penggantinya banyak sekali.Ada karton, ada tradisi bambu, ada tradisi bawa wadah sendiri. Itu yang akan disosialisasikan. Kenapa styrofoam popular, karena harganya murah. Sekarang saatnya mengubah kemalasan yang membahayakan.Lebih repot sedikit tapi ramah lingkungan,” ujarnya.

Ridwan menegaskan, pihaknya tidak akan ragu menerapkan sanksi bahkan hingga pencabutan izin usaha bagi siapapun yang membangkang, tak terkecuali produsen makanan besar. Karena itu, ia meminta kepada produsen makanan dan minuman besar untuk segera mengganti kemasannya.

Larangan styrofoam juga disambut baik oleh warga Kota Bandung, salah satunya Pilan Iswuri. Mahasiswi sebuah perguruan tinggi itu setuju jika penggunaan styrofoam untuk wadah makanan dan minuman dilarang.

Penggemar makanan seblak ini seringkali khawatir jika membeli makanan favoritnya itu karena dikemas menggunakan styrofoam. Namun perempuan 20 tahun itu meminta agar kebijakan itu diiringi dengan pilihan pengganti styrofoam.

“Setuju, sih, tapi harus ada penggantinya yang harganya lebih murah atau terjangkau.Kasihan pedagang kaki lima harus beli mangkuk plastik kan mahal,” kata Pilan.

Persoalan itu juga dikeluhkan Dessy, seorang pedagang seblak di Jalan Gatot Soebroto Kota Bandung.Ia merasa keberatan jika harus mengganti styrofoam dengan mangkuk plastik yang harganya jauh lebih mahal.

Jika untuk 100 buah styrofoam ia hanya membayar Rp 26 ribu, maka untuk mangkuk plastik Dessy harus membayar lebih mahal lagi, yakni Rp1.500 per satu buah mangkuknya. Dessy berpikir untuk menaikkan harga seblak per porsinya dari Rp10 ribu menjadi Rp12 ribu.

“Tapi enggak tahu pembelinya mau apa enggak dengan harga segitu,” kata perempuan 28 tahun itu. Meski demikian, Dessy mengaku mau mematuhi aturan tersebut.“Mau [mematuhi], ya gimana lagi kalau itu sudah jadi aturan,” ujarnya pasrah. Bagaimana dengan Batam dan kota-kota lain di Kepri?

Bisnis Kuliner dan Kemasan Makanan

Standar kesehatan yang kian  tinggi memunculkan peluang bagi pebisnis percetakan. Jenis pesanan yang mereka terima meningkat, seiring dengan semakin banyaknya orang yang menyadari perlunya kemasan makanan yang sehat.  Situasi ini memicu pebisnis kuliner mencari kemasan yang lebih sesuai dengan tuntutan konsumennya.

Permintaan terhadap kemasan makanan pun meningkat sejak satu dekade terakhir. Malah, order terhadap kemasan makanan sudah menanjak sejak 1989. Tak tanggung-tanggung, angka pertumbuhan pesanan mencapai 40% per tahun. Peluang usaha ini sangat besar sejalan dengan makin bertambahnya jumlah restoran dan toko roti.

Tentu, usaha produsen ke-masan makanan ini juga mensyaratkan pemahaman tentang produksi. Pada proses ini, kunci yang harus dikuasai adalah pengetahuan tentang mesin cetak. Jangan lupa, bagian terbesar dari modal akan tersedot untuk pengadaan mesin.

Nah, ada tiga jenis mesin yang mutlak ada untuk membuat kemasan makanan. Masing-masing adalah mesin cetak, mesin pemotong, dan mesin lem. Untuk ketiga jenis mesin itu, Anda mempunyai dua pilihan: menggunakan mesin baru atau mesin bekas.

Percetakan Bintana menggunakan mesin SORMZ Heidelberg buatan Jerman dan Oliver Sakurai ED II buatan Jepang.  Setelah urusan mesin kelar, agenda produksi berikut yang perlu dituntaskan pemain baru di bisnis pembuatan kemasan makanan adalah menyiapkan stok kertas. Penyediaan urusan ini, idealnya, dilakukan bersamaan dengan pencarian order.

Bisnis kotak kemasan ini, tidak memliki kendala berarti dalam proses produksi. Tetapi, pemasaran memegang peran penting demi kelangsungan usaha ini. Tingkat persaingan di usaha kemasan sedemikian ketatnya, hingga pemain skala kecil-menengah pun harus bersaing dengan pemain berukuran besar.

Setelah mengetahui perkiraan order, dan tentunya, estimasi bahan yang dibutuhkan, rancanglah secara cermat stok kertas yang perlu dibeli. Perhitungan cermat ini perlu karena bahan kemasan food grade tidak bisa dibeli dalam jumlah sedikit. Di pasar kemasan makanan saat ini, biasanya, produsen menawarkan barangnya dalam dua kelompok, yaitu kemasan dari kertas biasa (non-food grade) dan pembungkus makanan dari kertas yang berstandar food grade.

Untuk menjaring pelanggan, jalur online bisa menjadi pilihan. Itu sebabnya, percetakan Bintana meluncurkan website www.bintana print.com untuk memudahkan costumer memesan barang cetakan.  Waktu pembuatan kemasan makanan terhitung sejak desain gambar disepakati adalah 14 hari kerja. Namun, jika order datang tanpa desain dari pelanggan, maka proses produksi bisa berlangsung hingga 1 bulan. Jika pemesan belum memiliki desain gambar kemasan maka dikenakan biaya jasa pembuatan desain, mulai dari Rp 500.000 hingga Rp 1 juta.

Kunci untuk bertahan di bisnis ini adalah kreativitas merancang kemasan. Packagingmakanan.com kini menyediakan 15 pilihan kemasan makanan dalam berbagai bentuk, seperti kotak, segitiga, dan kerucut. Belasan model itu dibuat demi memenuhi kebutuhan konsumen. Pelanggan tentu akan mengapreasiasi jika Anda proaktif membantunya dalam merancang kemasan yang sesuai untuk produk mereka. ***

Ide Kemasan Unik, Pembeli Jatuh Cinta

Bisnis itu asyik. Kerasnya persaingan membuat kita berpikir keras, bagaimana menghasilkan produk terbaik, harga yang pantas dan cara menggaet pelanggan. Menarik pelanggan adalah tentang mengemas produkmu sebaik-baiknya. Pelanggan adalah manusia biasa: mereka akan jatuh cinta pada produkmu jika tampilannya cantik dan menarik.

Nah, pertanyaannya, gimana sih cara membungkus produkmu supaya pelanggan jatuh cinta, tanpa perlu menambah biaya produksi yang akhirnya akan menaikkan harga? Kemasan menarik nggak harus mahal atau banyak hiasan! Kamu hanya perlu berpikir kreatif dan membuat tampilan produkmu beda dari yang lain. Ini akan membuat barang daganganmu lebih menarik perhatian orang saat terpajang di rak dagangan.

Untuk memberikanmu ide bagaimana sebaiknya mengemas barang daganganmu, berikut ini adalah konsep-konsep kemasan produk yang saking kreatifnya, akan membuatmu jatuh cinta pada pandangan pertama! Ini ada selusin ide bagaimana membuat kemasan menarik. Jika idenya sudah ketemu, Anda bisa menghubungi percetakan Bintana di kantor marketing Baloi Point Blok B2 Nomor 20 atau di Production Office di Jalan Lintas Sagulung, Tanjunguncang.

  1. Untuk menarik pelanggan, tidak harus banyak gambar pada kemasan. Kemasan yang menarik tidak harus ramai dan punya banyak gambar kok. Kamu juga bisa membuat daya tarik dengan tutup kemasan serbaguna. Maksudnya? Tutup itu tidak hanya berguna untuk menyegel kemasan, tapi juga alat untuk mengoleskan isi kemasan. Nah, jika saat ini kamu sedang bergelut dengan bisnis seperti selai, mayones, atau mentega, kamu bisa menarik pelanggan dengan membuat tutup cup yang juga berguna sebagai pisau oles. Seperti kemasan produk Butter Better ini! Dengan tutup kemasan yang serbaguna, konsumen bisa menikmati produkmu walaupun tidak punya pisau atau sendok. Mereka yang suka bepergian atau kepraktisan pasti akan tertarik membeli produk dengan kemasan semacam ini. Produkmu pun akan menonjol di  antara produk-produk lain yang rata-rata hanya dikemas dalam botol kaca.

 

  1. Jika produkmu ingin lebih dilirik, kemasan kuas berubah menjadi kumis. Saat membeli kuas, kita mungkin tidak akan terlalu banyak memilih. Kita lebih fokus pada besar kuas dan bahan yang digunakan untuk membuat kuas. Kemasannya sendiri sih… begitu-begitu saja. Nah, inilah saatnya kamu membuat produkmu lebih dilirik dengan kemasan yang menarik. Cetak gambar sketsa bapak tua di kertas pembungkus kuasmu, dan biarkan kuasmu berubah menjadi kumis panjangnya. Dengan tampilan seperti ini, pasti gak sedikit orang yang penasaran akan produkmu. apa lagi? Biar makin laris, pastikan kemasanmu lebih menarik!

 

  1. Tarik minat konsumen dengan gambar kreatif. Bisnis biskuit memang ramai pemain. Kompetisi pun menjadi sangat ketat. Selain rasa, bentuk kemasan juga menjadi penambah selera. Sekarang waktunya kamu bermain-main mengembangkan kemasan yang lebih menarik. Coba kreasikan kemasanmu menjadi menampilkan gambar hewan yang sedang makan, dengan bagian mulut yang transparan sehingga isi kemasan bisa terlihat. Kreasi seperti ini juga bisa kamu terapkan pada produk lain, misalnya keripik dan sereal. Jika kamu ingin produkmu lebih laris, pastikan produkmu terpajang dengan gambar yang menarik ya. Tidak harus beruang, cobalah mencetak gambar hewan apa saja!

 

  1. Teh celup yang biasa-biasa saja ternyata bisa menjadi hanger baju! Dijemurnya? Dalam gelas… Tentu kamu tahu bahwa teh celup biasanya berbentuk bundar atau persegi tanpa banyak variasi. Nah, inilah saatnya kamu menarik pembeli dengan memberikan sesuatu yang berbeda. Kamu bisa membuat teh celup dengan berbentuk seperti baju, lalu pasanglah kertas berbentuk hanger untuk gantungan. Jangan lupa sertakan brand produkmu disana. Jika ingin menyeduh teh, konsumenmu tinggal memasang “hanger-hanger” ini pada sisi mug seperti baju yang digantung di lemari. Acara minum teh mereka pun akan menjadi lebih nikmat!

 

5. Semua orang suka kue biskuit yang baru keluar dari oven. Rasanya renyah, hangat, dan wangi. Jadi, kenapa kamu tak membuat kemasan berbentuk oven?

Kue kering yang paling banyak diminati adalah yang rasanya renyah dan lembut. Jika kamu sudah mempunyai resep cookies yang renyah, maka sekarang saatnya meyakinkan pelangganmu bahwa kue buatanmu memang renyah seperti baru saja keluar dari oven. Caranya? Bikin kemasan unik dengan kardus berbentuk kompor rumahan yang punya oven di bawahnya. Ketika seorang pembeli hendak mengeluarkan kue dari kemasan, ia seolah-olah sedang mengeluarkan kue buatannya sendiri dari oven di bawah kompor. Jangan lupa, tata cookies andalanmu dengan menggunakan kertas roti untuk memudahkan saat pengambilan.

Selain unik, cara ini akan memberi sugesti pada pelanggan bahwa yang mereka beli adalah kue rumahan yang lembut, hangat, wangi, seperti yang sering mereka atau ibu mereka sendiri buat di rumah jika ada waktu. Mereka pun akan lebih nyaman dan ingin membeli kuemu karena “ikatan emosional” yang tercipta ini. Cerdas, ya?

 

  1. Gak sedikit orang yang tertarik dengan gambar ala novel grafis. Apalagi kalau tutup botolnya dipasang di posisi strategis! Gak sedikit orang yang membeli suatu produk hanya karena kemasannya bagus. Kesempatan ini menjadi peluang bagimu untuk berpikir lebih kreatif, salah satunya dengan membuat gambar animasi. Gambar yang memberikan kesan “seolah-olah” memang selalu bisa merangsang pikiran untuk mengetahuinya lebih dalam. Botol jus dengan merek Kiss ini memang juara dalam mencampurkan gambar dan tutup kemasan. Gambar bisa menunjukan seolah-olah kamu meminumnya dari mulut orang lain. Menarik ‘kan? Orang pasti akan sayang untuk membuangnya jika kemasan sebagus ini gambarnya.
  1. Plastik bening juga bisa kamu gunakan untuk mengemas barang daganganmu. Tapi ini bukan plastik biasa yang bisa kamu lipat jadi bentuk segitiga… Gak sedikit dagangan kurang laris karena kemasan yang tidak menarik. Misalnya, kemasan yang digunakan hanyalah sebuah plastik bening yang dijahit dengan api lilin.

Bukan berarti kamu harus “mendeklarasikan perang” pada plastik bening. Dengan modifikasi, kamu masih         tetap bisa mengandalkan plastik ini untuk mengemas daganganmu. Coba gunakan plastik yang sebagiannya bening dan sebagian yang lain mengilat seperti aluminium. Pastikan plastikmu tak terlalu tipis dan kedap udara. Cetak merek dagang di bagian plastik yang berwarna putih. Bagian plastik yang bening adalah “teaser” yang membuat konsumen bisa melihat betapa menggodanya isi kemasanmu. Orang tentu akan tertarik . Siapa tahu, dengan begitu keripik daganganmu bisa makin laris.

  1. Sedikit-sedikit bercanda juga bisa. Bagimu yang menjual buah dan sedang menyasar anak muda, sudah berpikiran mendandani buahmu jadi seperti ini?

Di Tiongkok, ada seorang pedagang yang menjual buah berbeda daripada yang lain. Ia memasangkan lingerie berukuran mini pada buahnya. Hal ini sangat menarik perhatian para pembeli, tentu jika mereka punya selera humor yang baik. Jika kamu ingin menggaet banyak konsumen, mungkin saja jika kami ingin mengemas buah apel atau buah pear daganganmu dengan cara yang seperti ini. Semakin menarik perhatian, semakin banyak orang datang untuk membeli. Berani coba?

  1. Kata siapa jualan kacang rebus hanya bisa dalam kerucut kertas koran? Jauh lebih menarik dan memudahkan konsumen untuk menjual kacang dalam kemasan dua ruang.

Sebagai konsumen kacang kuli, kamu pasti akan meninggalkan banyak sampah selepas makan. Gak jarang kamu harus memastikan ada kertas atau plastik untuk menampungnya. Nah, kemasan kacang dengan dua ruang akan bisa menjadikan produkmu lebih praktis lho. Dengan kertas coklat dua ruang, kamu bisa memanfaatkan sisi untuk pengepakan kacang, dan satu sisi lagi bisa digunakan untuk membuang sisa kulitnya. Kemasan seperti ini akan membuat produkmu lebih praktis dan tidak membuat ribet lho. Dengan rasa yang sama dari yang lain, tentunya kacang produkmu bisa dinikmati dimana saja tanpa harus mengandalkan ada tempat sampah. Gampang, murah, dan praktis ‘kan?

  1. Idaman orang sibuk yang terburu-buru adalah segelas kopi hangat. Bonusnya? Kopi yang sekotak dengan kue-kue lezat.

Bagi para pekerja pagi atau orang yang terburu-buru, sarapan itu harimau Sumatera: langka. Maka, sebagai wirausaha muda gak ada salahnya kamu coba untuk mengambil kesempatan untuk memperjuangkan sarapan bagi mereka yang tidak sempat makan ditempat. Kotak kemasan yang bisa diisi gelas kopi dan kue sarapan pagi akan bisa menjadi idaman. Selain mereka tidak akan kerepotan saat membawanya, makanan dan minumanmu juga akan menjadi lebih hiegenis. Idenya simple ‘kan? Tapi ini sangat praktis dan bermanfaat dalam segala kondisi.

  1. Bukan hanya gambar, kemasan juga bisa jadi menarik karena pesannya yang sederhana tapi mengena.

Siapa sih yang gak tertarik dengan gambar nyentrik. Nah sebuah perusahaan permen dengan brand Ricola bisa dijadikan inspirasi unik untuk kamu terapkan di bisnismu.

Pesan permen Ricola ini sebenarnya sederhana. Jika banyak permen pelega tenggorokan menampilkan pegunungan atau pemandangan menyegarkan di sampul kemasannya, Ricola menampilkan wajah orang yang sedang tersiksa karena tenggorokannya dipelintir. Nah! Artinya? Membuka (unwrap) Ricola sama dengan melegakan tenggorokan.Konsep yang sederhana tapi mengena ini bisa kamu terapkan juga pada produk daganganmu. Berani coba?

 

  1. Pada akhirnya, kemasan yang menarik hanya butuh pikiran kreatif. Siapa yang mengira roti bisa berubah menjadi rambut kribo?

Di Jepang, ada sebuah roti berwarna hitam dikemas dalam desain yang unik dan kreatif. Mungkin banyak orang yang mengira ini adalah kemasan produk shampo atau  minyak rambut. Siapa yang mengira dibalik gambar laki-laki berambut kribo ternyata tersembunyi melon black bread yang rasanya seperti manna dan salwa yang surgawi. Cara ini sangat cerdas untuk menarik perhatian konsumen. Selain akan membuat orang yang melihatny penasara, kebanyakan dari mereka juga akan terhibur dengan gambar yang lucu saat membukanya. Mau coba? Kamu juga bisa menerapkan konsep ini dengan gambar-gambar lain yang tidak kalah menarik!

Nah, ide-idenya menarik untuk dicoba kan? Karena kemasan adalah hal yang dipandang pertama oleh pada pembeli. Pastikan kamu punya kemasan yang unik lain dari pada yang lain ya. Dengan begitu, gak heran jika barang daganganmu akan laris manis disertai dengan kualitas produk yang mumpuni. Selamat mencoba, semoga berhasil ya!

 

Tips Bikin Brosur yang Efektif

Dalam bisnis, promosi itu penting. Bagaimana cara yang palinmg mudah mempromosikan produk atau bisnis Anda. Bikinlah brosur yang bisa jadi sarana promosi ampuh.

Dalam brosur, Anda bisa memberi informasi tentang brand dan produk/jasa Anda. Sebelum mencetak brosur, supaya brosur Anda dibaca oleh banyak orang, berikut ini beberapa langkah untuk membuat brosur yang efektif.

  1. Mengerti Keinginan Konsumen

Sebelum Anda mencetak brosur, pastikan Anda tahu apa keinginan konsumen Anda. Kenapa mereka mau membeli produk Anda? Apa yang bisa Anda berikan untuk mereka? Dan pemecahan masalah seperti apa yang ditawarkan oleh Anda? Lalu, tentukan juga tema untuk brosur yang mau dibuat. Untuk usaha yang berbau seni, Anda mungkin butuh brosur yang penuh corak warna-warni. Sementara untuk usaha yang serius seperti periklanan, Anda mungkin butuh brosur dengan warna yang bold seperti monokrom.

  1. Terapkan AIDA

Bagi Anda yang belum tahu, AIDA merupakan kependekan dari Attention, Interest, Desire, dan Action. Supaya efektif, brosur Anda harus menarik perhatian (get attention), membuat pembaca tertarik untuk baca lebih jauh (get interested), membuat pembaca jadi ingin membeli produk Anda (get desired), dan membuat pembaca segera mengambil tindakan untuk membeli (get action).

  1. Gunakan Headline dan Foto yang Menarik

Hanya butuh beberapa detik saja bagi pengunjung untuk melirik brosur Anda dan memutuskan mau membaca atau membuangnya. Untuk itu, Anda membutuhkan headline dan foto yang menarik supaya pembaca mau membalik halaman. Gunakan headline yang bisa menjawab pemecahan masalah konsumen, bisa juga berupa grafik, atau gunakan foto yang profesional. Jangan juga menggunakan foto yang amatir karena hasilnya pasti tidak akan bagus.

  1. Gunakan Poin-Poin

Tak bisa dipungkiri, para pengusaha pasti punya waktu yang sedikit apalagi untuk membaca brosur. Maka, tulis informasi di brosur Anda berupa poin-poin dan yang pasti cukup poin penting saja. Highlight apa saja manfaat produk Anda, gunanya bagi konsumen, dan alasan mengapa harus menggunakan produk Anda, misalnya berikan perbedaan dengan yang lain.

  1. Berikan Kontak yang Bisa Dihubungi

Jika pembaca sudah mau membaca dan memutuskan untuk membeli, jangan sampai mereka sulit mencari kontak Anda. Berikan semua kontak yang ada, mulai dari nomor ponsel, alamat, website, email, dan sosial media. Pastikan nomor Anda mudah dihubungi. Itulah 5 langkah yang bisa Anda ikuti kalau Anda berminat cetak brosur yang efektif.

Anda bisa menghubungi Percetakan Bintana, percetakan terbesar di Kepulauan Riau yang mencetak surat kabar, tabloid, majalah, buku, kalender dan segala jenis cetakan. Juga bisa mencetak kartu nama, flyer, banner, poster, kop surat, amplop, dan masih banyak lagi.

Hubungi kami di Production Office, Jalan Lintas Sagulung, Kelurahan Tanjunguncang Kecamatan Batuaji atau di marketing office, Ruko Baloi Point Blok B2 No 20.

Brosur, Flyer, Pamplet, Katalog dan Buklet

Banyak orang salah pengertian apa itu brosur, flyer, pamphlet dan catalog. Memang, produknya mirip, tapi berbeda. Brosur adalah buku yang diterbitkan secara tidak berkala yang dapat terdiri dari satu hingga sejumlah kecil halaman, tidak terkait dengan terbitan lain, dan selesai dalam sekali terbit. Halamannya sering dijadikan satu (antara lain dengan staplerbenang, atau kawat), biasanya memiliki sampul, tetapi tidak menggunakan jilid keras. Brosur adalah terbitan tidak berkala yang tidak dijilid keras, lengkap (dalam satu kali terbitan), memiliki paling sedikit 5 halaman tetapi tidak lebih dari 48 halaman, tidak termasuk sampul.

Sedangkan pamplet adalah istilah yang digunakan berupa ringkasan risalah yang kontroversial mengenai topik-topik aktual, umumnya berhubungan dengan agama atau politik. Brosur dan pamplet biasanya dilipat. Ada yang disebut lipat pintu, lipat dua pintu, lipat akordion dan lipat rangkap.

Bila terdiri dari satu halaman, brosur atau pamflet umumnya dicetak pada kedua sisi, dan dilipat dengan pola lipatan tertentu hingga membentuk sejumlah panel yang terpisah.

Pamflet yang hanya terdiri dari satu lembar/halaman sering disebut  selebaran (bahasa Inggris: leaflet, flier, atau flyer). Selain itu, brosur yang memuat informasi tentang produk disebut juga sebagai katalog produk atau sering hanya disebut katalog.

Brosur atau pamflet memuat informasi atau penjelasan tentang suatu produk, layanan, fasilitas umum, profil perusahaan, sekolah, atau dimaksudkan sebagai sarana beriklan. Informasi dalam brosur ditulis dalam bahasa yang ringkas, dan dimaksudkan mudah dipahami dalam waktu singkat. Brosur juga didesain agar menarik perhatian, dan dicetak di atas kertas yang baik dalam usaha membangun citra yang baik terhadap layanan atau produk tersebut.

Buklet sering memiliki sampul, halaman judul, dijilid, dan memiliki jumlah halaman lebih banyak dari pamflet. Bentuknya sering terlihat seperti buku berukuran kecil. Berbeda dengan brosur atau pamflet, buklet bukan merupakan sarana beriklan secara langsung.

Sejumlah produk konsumen seperti barang elektronik, sering menyertakan buklet berisi spesifikasi produk atau penjelasan cara penggunaan. Buklet yang menyertai barang elektronik kadang-kadang memiliki jumlah halaman yang banyak dan tidak untuk habis dibaca dalam satu kali kesempatan. Album rekaman, seperti kaset atau CD sering menyertakan buklet yang berisi lirik lagu, foto, dan nama-nama artis pendukung. ***

Ulang Tahun ke 24 Bintana

PT Ripos Bintana Press atau kebih dikenal dengan Percetakan Bintana berdiri 25 September 1994 di Tanjungpinang.

Percetakan pertama di Kepulauan Riau ini, pindah ke Sagulung tahun 1998. Dan tahun 2005 pindah lagi ke Gedung Graha Pena. Tanggal 23 Desember 2017 kembali menempati gedung percetakan Sagulung sebagai pusat produksi cetak dan marketing office di Baloi Point Blok B nomor 20

Sejak 2010 Bintana tidak hanya mencetak koran dan tabloid, juga mengembangkan cetak offshet seperti brosur, kalender, buku, majalah, flyer dan kotak kemasan atau packaging. Serta digital printing seperti baliho, T banner, spanduk dan baliho.

Hari ini, Percetakan Bintana 24 Tahun. Kami bersyukur kepada Allah SWT percetakan ini tetap eksis. Semoga, cita-cita kami menjadikan Bintana sebagI percetakan modern, profesional dan maju tercapai. Hari ini kami meluncurkan website www. bintanaprint. com agar memudahkan costumer kami.

Pada ulang tahun Bintana di gedung percetakan Sagulung 24 September 2018 itu, hadir Wakil Wali Kota Batam Drs H Amsakar Ahmad, Kapolsek Batuaji Dalimunthe, para manajer Bright PLN Batam, manajer ATB, Kepala Dinas Pariwisata Batam Ardiwinata, Direktur Sanford Suwantho,  Pimpinan Indomaret, Pimpinan Hypermart, Pimpinan RS Graha Hermin, para pimpinan perusahaan percetakan di Batam. Serta direksi dan pimpinan Batampos Grup. Posmetro, Graha Pena dan Batam TV serta seluruh karyawan Bintana.

Tamu dan undangan disuguhkan filler atau video singkat perjalanan Bintana dari tahun 1994 hingga tahun 2018, sambutan Direktur Bintana Socrates soal perjalanan bisnis percetakan ini serta pembagian stiker marketing kepada seluruh manajer dan penghargaan kepada empat karyawan yang paling disiplin. ***

 

Anniversary 20 Tahun Percetakan Bintana

Peringatan ulang tahun percetakan Ripos Bintana Press biasanya diperingati secara internal, doa bersama karyawan dan berharap tidak ada kecelakaan kerja (zero accident). Namun saat usia 20 tahun terasa istimewa, 25 September 2014.

Sejak 25 September 1994, percetakan pertama dan terbesar di Kepulauan Riau ini, beroperasi di Tanjungpinang, lalu pindah ke Batam tahun 1998 hinga sekarang. Bintana mencetak koran Batam Pos, Posmetro Batam dan Tanjungpinang Pos serta puluhan koran mingguan dan tabloid.

Suasana perayaan ulang tahun Bintana ke 20 terasa akrab dan meriah, penuh canda dan gelak tawa. Hadir saat itu Wakil Gubernur Kepri Soerya Respationo, Wali Kota Batam Ahmad Dahlan, Ketua DPRD Batam Nuryanto, Ketua Kadinda Batam Makruf Maulana.

Juga hadir pengusaha properti Mulia Pamadi yang dulu membangun gedung percetakan Bintana di Sagulung, Branch Manager Bank Mandiri Danie Maulana Lutfie, Herry dan Ary Wibowo dari Bank BTN Syariah, Dirut Koran Sindo Yohannes, Kepala Bapedal Batam Dendy N Purnomo, Kepala BPMD Kota Batam Gustian Riau, serta Kabag Humas Ardiwinata.

Pada momen usia ke 20 tahun ini, karyawan PT Ripos Bintana Press bertekad menjadikan Bintana sebagai percetakan modern, profesional dan kreatif di Kepulauan Riau.

Kini, percetakan tersebut menggarap tiga jenis cetakan, yakni cetak koran dengan mesin web, cetak offset dan cetak digital dengan satu konsep : One Stop Printing. ***

 

 

Fun Day Karyawan Bintana

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Acara keluarga seperti family day atau fun day, penting dilakukan untuk refreshing karyawan. Inilah yang dilakukan karyawan Bintana berserta keluarga, dalam acara Fun Day 2013 di Golden Prawn, Bengkong. Tidak hanya sekedar bergembira, karyawan diajak ikut permainan yang membangun komunikasi dan kerjasama tim.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Misalnya, memasukkan air ke dalam ember melalui bambu dan tabung secara bersama-sama, mengangkat bola secara tim dan sebagainya. Inilah yang dimaksud dengan team building, membangun team dalam bentuk permainan. Diharapkan, setelah kembali bekerja, kerja sama tim itu akan terjalin dengan baik.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Inilah sebagian aktivitas yang penuh kegembiraan itu, antara karyawan, manajer dan pimpinan yang berbaur dengan anak-anak dan keluarga. Acara seperti ini, setidaknya perlu diagendakan setahun sekali.

Tur Karyawan Bintana ke Singapura

Tidak semua perusahaan memandang karyawan sebagi aset utamanya. Dalam kesibukan kerja, karyawan perlu diajak jalan-jalan. Selain memupuk kebersamaan, jalan-jalan adalah salah satu cara melepaskan dari kejenuhan dan rutinitas kerja. Apalagi, bekerja di percetakan yang dibagi beberapa shift, sehingga jarang ada kesempatan karyawan saling bertemu dan bersilaturahmi.

Pada tahun 2011, seluruh karyawan Bintana mengikuti acara tur ke Singapura. Selain bertetangga dengan Batam, berkunjung ke Singapura membuat karyawan Bintana bisa belajar. Bagaimana Singapura menata kota, disiplin warga dan kebersihan lingkungan.

Agar pekerjaan tidak terganggu, kunjungan ke Singapura dibagi dalam dua kelompok sehingga percetakan tetap berjalan seperti biasa. Menang, sudah cukup lama, namun perjalanan ke Singapura tetap berkesan. 

Bintana Mencetak Uji Coba Ujian Nasional

Percetakan Bintana, pernah dipercaya mencetak bahan Uji Coba (Try Out) Ujian Nasional untuk tingkat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama, se Kota Batam. Percetakan soal ujian ini, syaratnya harus aman dari kebocoran. Lembaran uji coba soal ujian tersebut dicek oleh AKBP Suharnoko dari Poltabes Barelang, sebelum didistribusikan ke sekolah-sekolah.

Wali Kota Batam saat itu, Drs H Ahmad Dahlan, sempat meninjau percetakan Bintana melihat proses cetak koran dan cetak komersial, termasuk hasil cetak soal ujian tersebut. Percetakan Bintana dikategorikan percetakan yang aman (secure printing) sehingga dipercaya Dinas Pendidikan Kota Batam mencetak soal ujian.

 

Layout mode
Predefined Skins
Custom Colors
Choose your skin color
Patterns Background
Images Background