Bisnis Kuliner dan Kemasan Makanan

Loading
loading..

Bisnis Kuliner dan Kemasan Makanan

November 30, 2018
Sokrates Bintana
No Comments

Standar kesehatan yang kian  tinggi memunculkan peluang bagi pebisnis percetakan. Jenis pesanan yang mereka terima meningkat, seiring dengan semakin banyaknya orang yang menyadari perlunya kemasan makanan yang sehat.  Situasi ini memicu pebisnis kuliner mencari kemasan yang lebih sesuai dengan tuntutan konsumennya.

Permintaan terhadap kemasan makanan pun meningkat sejak satu dekade terakhir. Malah, order terhadap kemasan makanan sudah menanjak sejak 1989. Tak tanggung-tanggung, angka pertumbuhan pesanan mencapai 40% per tahun. Peluang usaha ini sangat besar sejalan dengan makin bertambahnya jumlah restoran dan toko roti.

Tentu, usaha produsen ke-masan makanan ini juga mensyaratkan pemahaman tentang produksi. Pada proses ini, kunci yang harus dikuasai adalah pengetahuan tentang mesin cetak. Jangan lupa, bagian terbesar dari modal akan tersedot untuk pengadaan mesin.

Nah, ada tiga jenis mesin yang mutlak ada untuk membuat kemasan makanan. Masing-masing adalah mesin cetak, mesin pemotong, dan mesin lem. Untuk ketiga jenis mesin itu, Anda mempunyai dua pilihan: menggunakan mesin baru atau mesin bekas.

Percetakan Bintana menggunakan mesin SORMZ Heidelberg buatan Jerman dan Oliver Sakurai ED II buatan Jepang.  Setelah urusan mesin kelar, agenda produksi berikut yang perlu dituntaskan pemain baru di bisnis pembuatan kemasan makanan adalah menyiapkan stok kertas. Penyediaan urusan ini, idealnya, dilakukan bersamaan dengan pencarian order.

Bisnis kotak kemasan ini, tidak memliki kendala berarti dalam proses produksi. Tetapi, pemasaran memegang peran penting demi kelangsungan usaha ini. Tingkat persaingan di usaha kemasan sedemikian ketatnya, hingga pemain skala kecil-menengah pun harus bersaing dengan pemain berukuran besar.

Setelah mengetahui perkiraan order, dan tentunya, estimasi bahan yang dibutuhkan, rancanglah secara cermat stok kertas yang perlu dibeli. Perhitungan cermat ini perlu karena bahan kemasan food grade tidak bisa dibeli dalam jumlah sedikit. Di pasar kemasan makanan saat ini, biasanya, produsen menawarkan barangnya dalam dua kelompok, yaitu kemasan dari kertas biasa (non-food grade) dan pembungkus makanan dari kertas yang berstandar food grade.

Untuk menjaring pelanggan, jalur online bisa menjadi pilihan. Itu sebabnya, percetakan Bintana meluncurkan website www.bintana print.com untuk memudahkan costumer memesan barang cetakan.  Waktu pembuatan kemasan makanan terhitung sejak desain gambar disepakati adalah 14 hari kerja. Namun, jika order datang tanpa desain dari pelanggan, maka proses produksi bisa berlangsung hingga 1 bulan. Jika pemesan belum memiliki desain gambar kemasan maka dikenakan biaya jasa pembuatan desain, mulai dari Rp 500.000 hingga Rp 1 juta.

Kunci untuk bertahan di bisnis ini adalah kreativitas merancang kemasan. Packagingmakanan.com kini menyediakan 15 pilihan kemasan makanan dalam berbagai bentuk, seperti kotak, segitiga, dan kerucut. Belasan model itu dibuat demi memenuhi kebutuhan konsumen. Pelanggan tentu akan mengapreasiasi jika Anda proaktif membantunya dalam merancang kemasan yang sesuai untuk produk mereka. ***

Leave A Comment

Layout mode
Predefined Skins
Custom Colors
Choose your skin color
Patterns Background
Images Background